Jumat, 25 Maret 2011

25 Ribu Jiwa Raib Diamuk Tsunami Jepang

Lebih dari 25 ribu jiwa hingga kini belum diketahui nasibnya setelah gempa bumi dan tsunami yang melanda timur laut Jepang pada 11 Maret lalu.

Badan Kepolisian Nasional Jepang melansir 9.523 orang dipastikan tewas. Data tersebut dikabarkan pihak kepolisian Jepang pada pukul 11.00 WIB waktu setempat seperti dilansir dari NHK Jepang.

Bukan hanya mengabarkan korban jiwa yang tewas, pihak kepolisian juga menyiarkan korban yang hingga kini masih raib.

"Kami telah menerima laporan 16.094 orang hilang," ungkap jubir Kepolisian Jepang.

Dari data, lebih banyak orang meninggal dunia dan hilang berasal dari tiga prefektur, yakni Miyagi, Iwate dan Fukushima. Data kepolisian Jepang menyebut, jumlah korban meninggal dunia dan hilang di Fukushima mencapai 776 orang. Jumlah tersebut jauh lebih kecil dibandingkan dengan lebih dari 57.000 orang di Miyagi dan hampir 3.000 orang di Iwate.

Hal ini mungkin karena terjadinya penundaan operasi pencarian di daerah yang berada pada radius 20 kilometer dari Pembangkit Listrik Tenaga Listrik yang rusak pada Fukushima Daiichi.

"Tampaknya hampir pasti naik jumlahnya karena tidak adanya anggota keluarga melaporkan orang meninggal dan hilang. Di beberapa daerah, seluruh keluarga tampaknya telah tewas dalam gempa 9,0 SR, yang diikuti tsunami.

Menurut angka NHK, di tempat penampungan, tercatat lebih dari 200 ribu orang, dan sebagian besar tersebar di prefektur Miyagi, Iwate dan Fukushima.

Lebih dari 30 ribu orang, terutama dari Fukushima, telah meninggalkan kampung halaman mereka. Sejumlah lain dikabarkan telah kembali ke rumah mereka masing-masing.

Badan Kepolisian Nasional mengatakan setidaknya 18 ribu rumah hancur oleh gempa dan tsunami, dan lebih dari 130 ribu rumah rusak.(Tribunnews.com) sad: 25 Ribu Jiwa Raib Diamuk Tsunami Jepang

1 komentar: